Hi-Lab Diagnostic Center

 

                                                                                                                                                                                         Facebook  Twitter  Youtube
Osteoporosis

Hasil penelitian Persatuan Osteoporosis Indonesia (PEROSI) tahun 2006 di Jakarta menemukan bahwa sebanyak 38% pasien yang datang untuk memeriksakan kepadatan tulang mereka, terdeteksi menderita osteoporosis sebanyak 14,7%. Sedangkan di Surabaya sebanyak 26% pasien dinyatakan positif osteoporosis. Data penelitian Departemen Kesehatan (DEPKES) tahun 2006 menunjukkan bahwa 1 dari 5 orang Indonesia rentan terkena penyakit osteoporosis.


1. Hi doctor, sebenarnya apakah penegertian dari osteoporosis secara medis ?

Osteoporosis adalah penyakit tulang yang mempunyai sifat-sifat khas berupa massa tulang yang rendah, disertai perenggangan kepadatan (mikro arsitektur) tulang dan penurunan kualitas jaringan tulang yang dapat akhirnya menimbulkan kerapuhan tulang.

2. Apakah yang menyebabkan terjadinya penyakit osteoporosis?

Berdasarkan penyebabnya, osteoporosis dibagi menjadi dua yaitu osteoporosis primer dan osteoporosis sekunder.
•    Osteoporosis primer :
     - Osteoporosis postmenopausal khususnya wanita, berkaitan dengan kekurangan hormon esterogen (membantu pengangkutan kalsium dalam tulang), Biasanya gejala timbul pada wanita yang berusia di antara 51-75 tahun, tetapi bisa mulai muncul lebih cepat ataupun lebih lambat. Tidak semua wanita memiliki risiko yang sama untuk menderita osteoporosis postmenopausal, wanita kulit putih dan daerah timur lebih mudah menderita penyakit ini daripada wanita kulit hitam.
    - Osteoporosis Senilis terjadi karena kekurangan kalsium yang berhubungan dengan usia dan ketidakseimbangan di antara kecepatan hancurnya tulang dan pembentukan tulang yang baru. Senilis berarti bahwa keadaan ini hanya terjadi pada usia lanjut. Penyakit ini biasanya terjadi pada usia di atas 70 tahun dan 2 kali lebih sering menyerang wanita.

•    Osteoporosis Sekunder :
    Disebabkan oleh berbagai keadaan klinis tertentu, pemakaian obat-obatan, atau penyakit lain :
Cushing's disease , Hyperthyroidism, Hyperparathyroidism , Hypogonadism , Kelainan liver, Kegagalan ginjal kronis , Kurang gerak , Kebiasaan minum alkohol , Pemakai obat-obatan/corticosteroid , serta Kelebihan kafein .

3. Apakah semua wanita pasti terkena penyakit osteoporosis?

    Osteoporosis primer paling sering terjadi pada wanita, yang disebabkan kadar hormon estrogennya rendah. Berdasarkan teori, puncak massa tulang terjadi pada usia 30 tahun baik pada wanita dan pria. Jika puncak massa tulang tidak tercapai maka wanita rentan terkena penyakit osteoporosis. Puncak massa tulang pada wanita banyak tidak tercapai karena konsumsi kalsiumnya rendah (meningkat saat hamil dan masa menyusui). Asupan kalsium orang Indonesia sangat rendah yaitu tidak sampai 300 mg (hanya 254 mg per hari), padahal seharusnya setiap hari konsumsi kalsium sebanyak 1000 mg. Kemudian. setelah puncak massa tulang tercapai pun tetap harus dijaga dengan asupan kalsium yang cukup.

4. Bagaimanakah gejala penyakit osteoporosis?
    
    Kepadatan tulang berkurang secara perlahan (terutama pada penderita osteoporosis senilis), sehingga pada awalnya osteoporosis tidak menimbulkan gejala. Jika kepadatan tulang sangat berkurang akan timbul gejala :

    - Tulang menjadi kolaps atau hancur, maka akan timbul nyeri tulang dan kelainan bentuk.

    - Kolaps tulang belakang menyebabkan nyeri punggung menahun. Tulang belakang yang rapuh bisa mengalami kolaps secara spontan atau karena cedera ringan. Biasanya nyeri timbul secara tiba-tiba dan dirasakan di daerah tertentu dari punggung, yang akan bertambah nyeri jika penderita berdiri atau berjalan. Jika disentuh, daerah tersebut akan terasa sakit, tetapi biasanya rasa sakit ini akan menghilang secara bertahap setelah beberapa minggu atau beberapa bulan.

    - Jika beberapa tulang belakang hancur, maka akan terbentuk kelengkungan yang abnormal dari tulang belakang, yang menyebabkan ketegangan otot dan sakit.

    - Tulang lainnya bisa patah, yang seringkali disebabkan oleh tekanan yang ringan atau karena jatuh. Salah satu patah tulang yang paling serius adalah patah tulang panggul. Yang juga sering terjadi adalah patah tulang lengan (Radius) di daerah persambungannya dengan pergelangan tangan, yang disebut fraktur Colles. Selain itu, pada penderita osteoporosis, patah tulang cenderung menyembuh secara lambat.

5. Bagaimana cara mendeteksi/ menegakan diagnosa penyakit osteoporosis?

    Cara yang paling mudah untuk diagnosa awal penyakit osteoporosis yaitu tinggi badan yang berkurang lebih dari 3 cm.Untuk pemeriksaan penunjang diagnosis penyakit osteoporosis ada 3 cara, yaitu menggunakan densitometer/ pengukuran kepadatan tulang (Lunar) yang merupakan gold standard diagnosa penyakit osteoporosis, densitometer USG dan pemeriksaan CTx (C-Telopeptide), serta osteocalcin di laboratorium.

6. Adakah cara untuk mencegah penyakit osteoporosis?
Pencegahan penyakit osteoporosis sebaiknya dilakukan pada usia muda maupun masa reproduksi. Berikut ini hal-hal yang dapat mencegah kejadian osteoporosis seperti:
•    Sadar akan kejadian osteoporosis yang mengancam.
•    Asupan kalsium yang cukup, terutama pada wanita hamil dan saat menyusui
•    Paparan sinar UVB matahari selama 30 menit (pagi sebelum jam 9 pagi, sore sesudah jam 4 sore).
•    Aktivitas yang cukup, senam beban (senam pencegahan osteoporosis dan senam osteoporosis).
•    Gaya hidup yang baik (hindari alkohol, pengobatan dengan kortikosteroid hanya saat diperlukan), perhatian terhadap obat-obatan yang menurunkan massa tulang ( suntikan KB, dll) .


 

 

 

 

 

   

 

>> BMI Calculator

>> Healthy Weight Calculator

>> Stroke Risk Calculator

 

>> Heart Attack Risk Calculator

>> Hi-Lab Quiz

>> Hi-Lab Polling

 

 

Hi-Lab Diagnostic Center
Jl. Yos Sudarso 27 Kota Baru
Yogyakarta
Tel./ Fax : +62 (274) 557722, 557744